Postingan

Menampilkan postingan dengan label motivasi iman

Sebuah sudut yang berbeda

@ Cecep Asmadiredja Kita dapat belajar banyak hal dari orang-orang yang setuju dengan kita. Kita juga sering dapat belajar lebih banyak dari orang-orang yang tidak setuju dengan kita. Perspektif kita sendiri adalah penting, untuk itu memungkinkan kita untuk memahami dunia. Selalu diingat, meskipun kita bukan satu-satunya perspektif. Kita dapat mendengarkan orang lain, belajar dari mereka, dan berhasil bekerja dengan mereka meskipun kita mungkin tidak setuju dengan mereka tentang semua masalah. Jika setiap orang memegang pendapat yang sama sebenarnya di setiap subjek, maka pengetahuan dan kebijaksanaan akan menjadi stagnan dan ketinggalan zaman. Perspektif kita sendiri akan tumbuh lebih kuat dan lebih berguna ketika kita secara teratur memungkinkan untuk ditantang. Ketika orang-orang hormat untuk tidak setuju, maka semua orang dapat manfaat dari keragaman pendapat. Menjalani kehidupan yang sukses dan kepuasan tidak tergantung pada selalu membuktikan bahwa kita benar dan yang ...

Berteman Karena Iman

Di dalam Alquran surat Az Zukhruf (43) ayat 67, Allah SWT berfirman,“ Teman-teman akrab pada hari itu saling bermusuhan satu sama lain, kecuali mereka yang bertakwa ”. Ya, berteman karena iman menjadi satu amal yang akan langgeng hingga akhirat. Ketika kita bersahabat bukan karena dasar iman dan kecintaan pada Allah Allah SWT, maka kelak persahabatan itu mungkin saja berbalik menjadi permusuhan di hari kiamat. Apalagi jika teman dan sahabat itu sering mengajak atau menjerumuskan ke dalam perbuatan-perbuatan yang dimurkai Allah SWT, maka bisa dipastikan bahwa dia akan menjadi musuh yang nyata bagi kita di hari kiamat nanti. Ini harusnya bisa membuat kita berpikir bahwa orang-orang yang menjadi teman akrab kita di dunia, belum tentu akan menjadi teman akrab ketika di akhirat nanti. Prinsip menolong teman dalam Islam bukanlah berdasarkan permintaan dan keinginan hawa nafsu sang teman. Tetapi lebih dari itu, prinsip menolong teman adalah keinginan untuk menunjukkan dan memberi kebai...

Bersyukurlah, Mengapa Harus Takut Sakit

Hampir setiap manusia pernah mengalami musibah yang namanya sakit. Tak terkecuali, karena manusia tidak selalu berada dalam kondisi yang sehat dan fit. Karena itu, seharusnya karunia dari Allah SWT berupa kesehatan ini selayaknya menjadikan manusia semakin bersyukur kepada-Nya bukan menjadikan takabur atau sombong, apalagi menjadi kufur. Sakit, jangan dimaknai dengan berbagai macam penafsiran yang negatif. Sebab, justru hal ini akan menggiring kita kepada perasaan buruk sangka ( su’udzan ) kepada Allah SWT, yang berakibat tidak saja memperlambat kesembuhan tapi juga mengundang kemurkaan-Nya. Sehat itu adalah nikmat, sedangkan sakit adalah merupakan tanda dari kasih sayang Allah SWT. Lalu, pertanyaannya mengapa sehat bisa dikatakan nikmat? Karena dengannya kita bisa beribadah lebih maksimal tanpa dari rasa sakit yang menganggu. Musibah sakit adalah 'karunia'. Jika kita sabar menerimanya dan selalu berpikiran positif, maka Allah SWT akan mengampuni dan meringankan dosa-d...

Nabi SAW, Sosok Panutan Ideal

Nabi Muhammad SAW merupakan suritauladan dan panutan dalam hidup keseharian. Karena itu, umat Islam harus mencintainya dengan penuh keimanan. Karena Nabi SAW merupakan utusan terakhir Allah SWT dan juga sosok panutan yang ideal. Di dalam surat At-Taubah, Allah SWT menyebutkan akan mendatangkan musibah bagi orang-orang yang lebih mencintai sesuatu dibandingkan dengan Allah dan Rasulnya. Beberapa ulama tafsir juga menjelaskan bahwa Allah SWT akan menurunkan azab bagi umat yang lebih mementingkan sesuatu itu dari pada Allah dan Rasulnya. Bila dikaji lebih jauh, maka bencana yang terjadi di negeri ini diantaranya kebakaran, tanah longsor, banjir, kecelakaan yang bertubi-tubi dan lainnya, merupakan peringatan dari Allah SWT. Karena itu, agar bangsa Indonesia kembali mengingat, mencintai Allah SWT dan Rasulnya agar bencana yang terjadi di negeri ini tidak berubah menjadi azab Allah, dan para pemimpin di negeri ini berlaku adil agar bencana yang terjadi berhenti dan tidak terjadi kemba...

Alquran, Kekuatan Umat Islam

Gambar
Alquran diturunkan untuk umat manusia sebagai kehormatan, dan umat Islam akan menjadi umat yang terhormat apabila senantiasa berinteraksi dengan Alquran. Pada kenyataannya umat Islam melupakan untuk berinteraksi dengan Alquran, sehingga secara fisik dan pemikiran intelektual terbelakang dengan yang lain Secara fisik, bagaimana Rasulullah SAW mencontohkan pribadi yang kuat, apabila beliau berjalan sangat cepat bagai ditelan bumi maka apabila mempunyai fisik yang lemah akan menggambarkan ruhiyah yang lemah pula. Di dalam surat Al Furqaan ayat 30. “ Dan Rasul (Muhammad) berkata, "Ya Tuhanku, sesungguhnya kaumku telah menjadikan Alquran ini diabaikan ". Umat Islam merupakan umat terbaik yang diturunkan ditengah-tengah manusia dan letak kekuatan umat itu adalah pada Alquran. Ibnu Katsir memberi kiat-kiat berinteraksi pada Alquran: Pertama , senantiasa bertilawah pada Alquran. Allah SWT selalu memerintahkan kita untuk shalat tahajud dan membaca alquran dengan baik dan ta...

Istiqomah Dalam Kebaikan

Dalam menjalani kehidupan yang baik, diperlukan istiqomah. Istiqomah merupakan instruksi dari Allah SWT. Panggilan Allah SWT dalam menunaikan shalat juga merupakan bentuk istiqomah yang harus dilakukan hambaNya. Saat salah seorang sahabat bertanya kepada Rasulullah SAW terkait rambutnya yang beruban padahal belum terlalu tua. “ Wahai Rasulullah, kami melihat Anda sesungguhnya telah beruban!” Rasulullah SAW bersabda: “Surah Hud dan beberapa surah sebangsanya telah menyebabkan aku beruban ”. Bahwasanya uban yang tumbuh di rambut Rasulullah SAW karena beliau bertahan dalam istiqomah di jalan yang benar. Istiqomah merupakan instruksi dari Allah SWT yang tidak ada instruksi lebih mulia selain dari Allah. Instruksi itu berulang-ulang setiap harinya sebanyak 17 kali dalam bentuk instruksi untuk mendirikan shalat lima waktu. Kebutuhan terhadap istiqomah ini sebagaimana kita butuh untuk bisa hidup terus menerus. Lalu, apa yang menjadi kiat agar istiqomah terus berjalan. Pertama , berko...

Hidup Penuh Dermawan

Biarkan diri kita terinspirasi, dan aktifkan diri kita untuk menjadi inspirasi. Membuka diri terhadap saran, masukan bahkan kritikan membangun, dan kita posisikan diri untuk perbaikan. Biarkan diri ditantang, dan kita memaksa diri kita untuk tumbuh lebih kuat. Disiplinkan diri kita untuk tetap fokus, dan kita memanjakan diri dengan prestasi besar. Jenis wajah kita hadir untuk dunia, lalu tentukan jenis dunia yang kita lihat dengan sebuah pengalaman. Apa yang kita dapatkan adalah sangat erat berhubungan dengan bagaimana kita bertindak, bagaimana kita peduli dengan sekitar dan juga cara kita berpikir dan merasakan sesuatu di sekitar kita. Dunia luar adalah cermin yang mengejutkan secara akurat di dalam diri kita. Pilihan kita menentukan realitas kita, baik dengan cara yang jelas dan dengan cara-cara yang tidak mungkin kita bayangkan. Tidak mungkin untuk menipu hidup, jadi tidak ada gunanya bahkan mencoba untuk melakukannya. Tetapi sebaliknya, tempatkan energi dan usaha kita ke...

Bekerja di Atasnya

Jika ada masalah, bekerjalah di dalamnya. Alih-alih berharap tidak ada masalah, mengeluh, mengasihani diri sendiri, atau melarikan diri dari masalah, lebih baik bekerja di dalamnya. Cepat atau lambat kita harus bekerja di atasnya. Sehingga membuatnya lebih cepat, dan mendapatkan masalah di belakang kita. Jika ada sesuatu yang ingin kita buat dalam hidup kita, lebih baik bekerja di dalamnya. Bekerja di dalamnya, dan membawanya keluar dari dunia fantasi menjadi kenyataan hidup di dunia kita. Setiap situasi dapat ditingkatkan bila kita bekerja di atasnya. Meskipun memang tampak sederhana dan jelas, tetapi kita selalu mendapatkan keuntungan dengan mengingatkan diri kita untuk bekerja di dalamnya. Kita tidak harus tetap terjebak, frustrasi, putus asa atau tidak efektif. Tetapi bekerjalah di dalamnya, dan rasakan sukacita yang unik untuk membuat kemajuan yang nyata. Hidup adalah berkah, dan dalam berbagai cara kita dapat membuatnya lebih. Bekerja di dalamnya, temukan lagi dan lagi...

Janganlah Takabbur atau Sombong

“ Dan sungguh, Kami telah menciptakan kamu, kemudian membentuk tubuhmu, kemudian Kami berfirman kepada para malaikat, “Bersujudlah kamu kepada Adam”, maka mereka pun sujud kecuali iblis. Ia (iblis) tidak termasuk mereka yang bersujud. (Allah) berfirman, “Apakah yang menghalangimu (sehingga) kamu tidak bersujud (kepada Adam) ketika Aku menyuruhmu?” Iblis menjawab, “Aku lebih baik daripada dia, Engkau ciptakan aku dari api, sedang dia Engkau ciptakan dari tanah. (Allah) berfirman, “Maka turunlah kamu darinya (surga); karena kamu tidak sepatutnya menyombongkan diri didalamnya. Keluarlah! Sesungguhnya kamu termasuk makhluk yang hina ”. (QS Al A’raf: 11-13) Takabbur atau sombong adalah menganggap dirinya lebih dengan meremehkan orang lain. Takabbur merupakan salah sifat yang diwariskan oleh iblis laknatullah. Karena dengan sebab itulah iblis laknatullah divonis berdosa dan akan dimasukkan ke dalam neraka. Rasulullah SAW bersabda: “ Tidak masuk surga orang yang di dalam hatinya terdapat...

Kesucian Cinta Sepasang Kekasih

Gambar
Cinta itu datang atas kehendakNya. Ia tidak berdosa jika ada rasa yang datang di hati seorang pemuda kepada seorang perempuan atau sebaliknya. Ini sesuatu yang natural, manusiawi. Dan pastinya setiap insan akan merasakan hal itu. Lalu, yang menjadi persoalan atau masalah adalah bagaimana menjaganya agar cinta yang suci iti tidak menjadi liar atau negatif. Atau cinta yang suci berubah tadi menjadi hina karena ditumpangi nafsu buas hewani. Setiap pemuda atau pemudi yang memiliki rasa terhadap lawan jenis harus dapat mengelola hati, dan menjaga kesucian cinta itu. Jangan sampai ia berubah menjadi kenistaan apalagi malapetaka masa depan. Jalan terbaik untuk menjaganya adalah dengan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Berdoa agar selalu dijaga dari hal-hal yang tidak ia kehendaki. Ketika rasa cinta itu datang, tetaplah berusaha untuk menjaga norma-norma dalam hubungan antara laki-laki dengan perempuan. Menjaga kesucian cinta agar tetap terjaga, agar tidak ternoda oleh virus kemaksi...

Doa dan Harapan

Gambar
Ya Allah, pagi ini hambaMu yang dhaif mematri janji dihadapan kebesaranMu Kami tahu, tidak mudah bagi kami untuk memelihara ikatan suci ini dalam naungan ridha dan maghfirahMu Ya Allah, Kami tahu, sangat berat untuk mengayuh perahu rumah tangga menghadapi topan godaan dihadapan Karena itulah kami datang memohon Rahman dan RahimMu Tunjukilah kami jalan yang lurus jalan orang­orang yang telah Engkau anugerahkan kenikmatan bukan jalan orang-orang yang tenggelam dalam kesesatan Sinarilah hati kami dengan cahaya petunjukMu Terangilah jalan kami dengan sinar taufikMu Ya Allah, Jika Engkau berkenan menganugerahkan nikmat-Mu kepada kami Maka bantulah kami untuk banyak berzikir dan bersyukur atas nikmatMu Hindarkan kami dari kealpaan orang-orang yang terlena dalam kemewahan dunia Lembutkan hati kami untuk merasakan curahan rahmatMu Bimbinglah kami untuk membahagiakan anugerahMu kepada hamba-hambaMu Bila Engkau berkenan memberikan ujian atas kami berikan bagi kami keteg...

Muhasabah, Introspeksi Perjalanan Hidup

Gambar
Allah SWT telah menetapkan perjalanan hidup yang seharusnya dijalankan manusia di dunia ini. Dia juga telah menetapkan tujuan yang seharusnya dicapai manusia. Dan, kesuksesan seseorang diukur dengan hasil akhirnya. Amal kebaikannya, bukan amal keburukannya. Hendaklah kita semua senantiasa bertakwa kepada Allah SWT serta memperhatikan amal kebaikan yang telah diperbuat untuk hari esok. Selain itu, kita juga seharusnya khawatir jika suatu hari dimana tidak ada seorang pun yang bisa menolong orang lain selain amalannya. “ Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan ”. (QS Al Hasyr: 18) Kita selalu diingatkan dengan ayat diatas, untuk senantiasa mengingat dan memperhatikan perbuatan-perbuatan yang sudah kita lakukan selama ini, sekaligus mempersiapkan bekal kita nantinya. Apabila masih banya...

Al Qur’an Berbicara Fenomena Awan Kumulonimbus

Gambar
Awan, hujan, badai dan kilatan petir adalah fenomena alam yang kurang mendapat perhatian, padahal sangat indah untuk kita renungkan. Di dalamnya banyak pelajaran, obyek observasi dan bukti pancaran kebenaran dan keimanan. Pancaran Nur Illahi, Yang Maha Kuasa. Allah SWT menerangkan fenomena awan dengan perlahan-lahan, berupa tahapan yang memberikan peluang untuk direnungkan pada setiap tahapan terjadinya hujan. Proses detail tersebut agar mampu menyentuh jiwa dan menyadarkannya, merenungkan rekayasa Allah SWT yang ada di balik semua fenomena di alam semesta. Hanya Allah SWT yang menggiring awan dari satu tempat ke tempat lainnya, menyebar dan mengumpulkannya. Ketika sudah tebal tersusun dari sekian banyak lapisan barulah keluar air, dan turunlah hujan lebat. Awan yang menggumpal bagaikan gunung-gunung besar di atas angkasa. Bertumpuk-tumpuk. Dan dalam awan itu terdapat pula kristal-kristal salju. Menyaksikan fenomena awan bagaikan gunung yang bertumpuk-tumpuk itu sangat jelas ny...

Hidup adalah Perjuangan

Seorang muslim yang jujur, faham dalam keimanan dan keislaman, diirinya pasti menyadari bahwa hidup ini adalah sebuah ma’rakah, yaitu pertarungan atau pejuangan. Ya, perjuangan untuk mempertahankan keimanan dan keislaman kita. Karena hanya dengan iman itulah, kita akan mendapatkan keselamatan, baik di dunia maupun di akhirat. Sehingga, kita dianggap sukses oleh Allah SWT ketika senantiasa dalam keadaan Islam. Karena itu, Allah SWT selalu berpesan dan pesan ini sering diulang-ulang oleh khatib ketika shalat Jumat. “ Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa kepadaNya dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam ” (QS Ali Imran: 102). Tetapi, sayang pada kenyataannya tidak semua orang yang mengaku beragama Islam, mati dalam keadaan Islam. Tidak sedikit yang beragama Islam secara dzahir atau lahir, tetapi dia mati justru ketika berbuat maksiat, mati ketika dia minum narkoba, over dosis, atau mati ketika berbuat z...

Keluarga Sakinah

Keluarga sakinah adalah keluarga yang tenang, damai, tentram dan memuaskan hati. Untuk mewujudkan hal tersebut kita harus melalui beberapa proses. Dengan niat yang ikhlas dan berkomitmen untuk berjuang bersama yang penuh pertimbangan dan persiapan yang matang serta dilandasi oleh rasa cinta, kasih sayang sehingga tercipta suasana keharmonisan dan terjadilah komunikasi yang baik di antara anggota keluarga, tetangga dan masyarakat luas. Proses dalam membentuk keluaraga sakinah (mawaddah dan warahmah) adalah dengan mengikuti apa yang telah dicontohkan oleh Rasulullah SAW. Hal itu dimulai dari niat yang kuat, cara memilih pasangan suami atau istri, prosesi pernikahan dan contoh Rasulullah SAW dalam membina rumah tangga supaya tetap dalam keseimbangan yang penuh cinta dan kebahagian. Harapannya adalah agar kita semua thau bahwa keluarga sakinah yang selama ini kita kenal adalah sifat dan sikap yang harus senantiasa dimunculkan dalam setiap aspek kehidupan kita dalam berkeluarga. ...

Kebaikan dan Keburukan

Syaikh Rasyid Ridha dalam tafsirnya ketika memberikan penjelasan mengenai ayat 286, ayat terakhir dalam surat Al Baqarah, khususnya penggalan, “ lahaa maa kasabat wa alaihaa maktasabat ”. Beliau mengatakan, kata kasabat bermakna kebaikan sedangkan iktasabat bermakna keburukan. Keduanya memiliki unsur kata yang sama, ka-sa-ba. Menurutnya, kata kasabat dan iktasabat serupa dengan pemaknaan sami'a (mendengar) dan istama'a (mendengarkan). Mendengar lebih mudah daripada mendengarkan. Mendengar memerlukan tenaga yang lebih sedikit daripada mendengarkan, karena dalam kata mendengar tidak terkandung unsur perhatian, keseriusan dan intensitas sebagaimana mendengarkan. Oleh karena itu, mendengar lebih mudah dilakukan orang daripada mendengarkan. Demikian pula, kebaikan seharusnya lebih gampang dilakukan orang daripada keburukan. Karena kebaikan adalah fitrah manusia, sehingga mengerjakan sesuatu yang sesuai dengan fitrah akan lebih mudah dan ringan. Kebaikan dan keburukan ber...

Sayyid Quthub, Generasi Pejuang Dakwah

Sayyid Quthub adalah salah satu pejuang dakwah yang rela mati di tiang gantungan daripada dipaksa mengakui kebenaran rejim Gamal Abdul Nasher. Bagi Sayid Quthub, tiang gantungan itu kecil, tiada bernilai apapun jika dibandingkan dengan kemuliaan Islam yang harus diperjuangkan. Pejuang dakwah terdahulu sejak Hasan Al Banna dan para penerusnya telah merasakan pahit getirnya dakwah. Yusuf Qardhawi merasakan hidup di penjara, Ali Juraisyah lama mendekam di penjara, Sayid Quthub dan Hamidah Quthub juga dipenjara. Mereka tetap istiqamah memperjuangkan kebenaran meskipun disiksa dan ada yang sampai dihukum mati. Tatkala Sayid dibawa menuju lokasi eksekusi, dihadirkanlah Hamidah Quthub, adiknya, agar bisa membujuk Sayid Quthub untuk meminta maaf kepada penguasa, dengan mencabut bukunya ‘ Ma'alim fith Thariq ’. Pemerintah berharap dengan cara itu akan bisa melunakkan sikap Sayid Quthub. Tetapi apakah yang terjadi ketika keduanya dipertemukan? Sayid Quthub membuka kaca jendela mobilny...

Berikan Kebaikan

Gambar
Di suatu tempat, hampir setiap orang sangat rindu untuk memberikan kebaikan, rajin untuk melakukan pekerjaan yang besar dan untuk membuat perbedaan dalam hidup. Tapi sayangnya, kerinduan mereka sering terkubur oleh ketakutan, rasa tidak aman, keraguan, ketidakpercayaan, kekecewaan, dan masih banyak lagi. Ketika orang merasa bahwa kebaikan mereka tidak dihargai, maka mereka bisa menyerah pada kebaikan itu. Meski begitu, potensi kebaikan itu masih sangat banyak di sana. Bayangkan, apa yang akan terjadi jika kita hanya memungkinkan orang lain untuk menjadi baik dan membantu kita dengan menjadi baik dan bermanfaat sendiri. Bayangkan, apa yang akan terjadi jika kita bisa mendorong kebaikan dalam diri orang lain dengan memberikan kehidupan dan energi baru untuk kebaikan kita sendiri. Meskipun pendekatan tersebut terdengar sangat naif ketika kita mempertimbangkan semua orang kecewa di dunia, di mana ia benar-benar memiliki daya pada tingkat pribadi. Tapi faktanya adalah, bahwa ...

Bersyukur Melalui Tindakan

Gambar
Bersyukur dalam pikiran kita dan kata-kata adalah titik awal yang baik. Namun, kekuatan sesungguhnya dari bersyukur itu datang ketika kita memasukkannya ke dalam tindakan. Bagaimana kita menempatkan terima kasih atau bersyukur dalam tindakan? Dengan membuat sebagian besar hal-hal baik yang kita miliki. Ketika kita menimbun dan menyembunyikan diri dari berkah kita, maka mereka segera layu dan mati. Ketika di sisi lain kita menempatkan mereka untuk menggunakan hal-hal baik dalam hidup, maka kita akan tumbuh dan berkembang. Tidak ada cara yang lebih baik untuk menunjukkan rasa syukur dan penghargaan untuk sesuatu daripada menggunakannya untuk hal positif, produktif, dan tujuan kreatif. Lakukanlah hal itu, dan nilai kita sudah memiliki tumbuh bahkan lebih berharga. Apa pun yang kita miliki adalah tidak benar-benar milik kita, kecuali kita benar-benar bersyukur untuk hal itu. Untuk benar-benar efektif dan bersyukur, lebih baik memanfaatkan sepenuhnya dan ia akan berbuah manis. ...

Hidup Penuh Berkah

Kekuatan sebenarnya dari rasa syukur datang bukan dari hanya mengatakan kita bersyukur, tetapi dari hidup rasa syukur kita. Sekarang dan selalu, adalah ketika kita melakukan hal itu. Bersyukur untuk hidup kita berarti melakukan sesuatu yang indah dan bermakna dengan itu. Tidak pernah terlalu dini atau terlalu terlambat untuk memulainya. Sebuah kehidupan yang menyentuh kekuatan yang luar biasa, syukur adalah hidup yang hidup sepenuhnya. Hari ini adalah kesempatan kita untuk mengucapkan terima kasih kita dengan menambahkan zat baru yang positif, sukacita dan makna hidup. Cara untuk benar-benar bersyukur adalah dengan berterima kasih melalui tindakan. Ingatkan diri kita terus-menerus betapa berharganya hidup kita, dan hidup setiap hari untuk memberikan pemenuhan hidup yang layak. Hidup penuh syukur akan membuka kesadaran kita untuk kemungkinan-kemungkinan baru. Dan pada mereka kemungkinan baru kita akan menemukan lebih banyak cara untuk membawa rasa syukur kita untuk hidup. Dal...