Duhai Istri: Jalan Meraih CahayaNya
Siapakah engkau, wahai istri, yang menyelinap ke dalam kehidupanku? Kita berdua hadir dari dimensi ruang dan waktu yang berbeda. Bahkan, kita saling tidak mengenal satu sama lain. Namun, mengapa disaat berjumpa, seketika kita saling mempercayai untuk membangun biduk kebersamaan, dalam perjalanan rumah tangga? Sungguh, begitu mulia, mahligai pernikahan. Pernikahan membuat kita saling terbuka, saling mempercayai satu sama lain. Tak mengherankan, bila Allah SWT menempatkan jodoh (penikahan) pada kelompok ilmu-Nya yang tak dapat disingkapkan secara pasti oleh manusia. Bayangkan, jika jodoh seperti juga kematian (roh), menjadi ilmu terbuka bagi manusia. Pertanyaan selanjutnya, siapakah yang sudi memilih si-X yang masa kecilnya ‘kurang’ sebagai jodoh kita. Berbeda dengan malaikat, Allah SWT telah memberikan manusia hawa-nafsu, sekaligus perangkat untuk mengendalikannya. Nafsu biologis, misalkan, disalurkan melalui pernikahan bagi yang mampu, meniru Adam dan Hawa. “ Istri-istrimu adalah...