Postingan

Menampilkan postingan dari Desember 17, 2012

Duhai Istri: Jalan Meraih CahayaNya

Siapakah engkau, wahai istri, yang menyelinap ke dalam kehidupanku? Kita berdua hadir dari dimensi ruang dan waktu yang berbeda. Bahkan, kita saling tidak mengenal satu sama lain. Namun, mengapa disaat berjumpa, seketika kita saling mempercayai untuk membangun biduk kebersamaan, dalam perjalanan rumah tangga? Sungguh, begitu mulia, mahligai pernikahan. Pernikahan membuat kita saling terbuka, saling mempercayai satu sama lain. Tak mengherankan, bila Allah SWT menempatkan jodoh (penikahan) pada kelompok ilmu-Nya yang tak dapat disingkapkan secara pasti oleh manusia. Bayangkan, jika jodoh seperti juga kematian (roh), menjadi ilmu terbuka bagi manusia. Pertanyaan selanjutnya, siapakah yang sudi memilih si-X yang masa kecilnya ‘kurang’ sebagai jodoh kita. Berbeda dengan malaikat, Allah SWT telah memberikan manusia hawa-nafsu, sekaligus perangkat untuk mengendalikannya. Nafsu biologis, misalkan, disalurkan melalui pernikahan bagi yang mampu, meniru Adam dan Hawa. “ Istri-istrimu adalah...

Bingkisan doa untuk “Calon Pasangan”

Ya Allah.... Seandainya telah engkau catatkan dia... Tercipta untukku... Satukanlah hatinya dengan hatiku... Titipkanlah kebahagian antara kami.... Agar kemesraan itu abadi... Ya Allah... Ya tuhanku Yang Maha Mengasihi... Seiringkanlah kami menempuh hidup ini... Ketepian yang sejahtera dan abadi...

Maju mundur dalam pernikahan

Islam telah memberikan perhatian yang serius dalam masalah pernikahan. Dengan pernikahan itu akan terpelihara kelangsungan hidup, dan akan lahir anak cucu, dan generasi seterusnya. Itulah diantara manfaat dari pernikahan yang disyariatkan oleh Islam. Syariat islam memberi bimbingan agar dalam menjalin kehidupan berumahtangga dipenuhi dengan rasa sakinah (ketenangan), mawaddah (cinta) dan rahmah (kasih sayang). Tentu hal itu dapat terwujud manakala dua pasangan suami istri adalah orang-orang sholeh, taat pada aturan Allah, saling memahami, mengerti dan saling melengkapi. Suami dan istri mempunyai kesamaan visi dan misi dalam tujuan membangun rumah tangga, yaitu menggapai keluarga yang barokah penuh ridho Allah SWT. Saat fase memilih pasangan pun, Islam telah memberikan perhatian, diantaranya adalah sabda Rasulullah Saw: “artinya seorang perempuan dinikahi karena empat perkara; karena hartanya, karena keturunannya, karena kecantikannya dan karena agamanya, maka berbahagialah de...

Kokohkan rumah tangga harmonis

Rasululah SAW bersabda, “ Wanita itu dinikahi karena empat faktor, karena hartanya, karena kecantikannya, karena keturunannya dan karena agamanya. Beruntunglah orang yang memilih karena agama... ”. (HR Bukhari Muslim) Membangun rumah tangga yang harmonis sangat dibutuhkan niat yang tulus ikhlas ketika awal menikah. Jika seseorang menikah karena dilatarbelakangi harta, dan ternyata ketika menikah hartanya berkurang seperti usaha bangkut, suami di PHK, harta habis terbakar, ditipu orang dan sebagainya, maka hal ini akan menimbulkan kegoncangan dalam rumah tangganya. Begitu pula jika disebabkan kehormatan keluarga besar sang pasangan, namun suatu hari nanti ternyata keluarga besar yang dibanggakan malah membuat aib, maka ini juga akan menuai aib pula pada rumah tangga yang sedang dibangun. Demikian pula jika hanya karena terlena dengan kecantikan dan ketampanan seseorang tetapi ternyata ketika berumah tangga pasangan yang dibanggakan memiliki sifat kasar, suka memukul, suka mengumpa...

Rahasia dalam rumah tangga

Hidup berumah tangga membutuhkan keterbukaan dan komunikasi. Namun, terkadang keterbukaan dan komunikasi bukanlah tanpa risiko. Maksud hati ingin jujur, apa daya justru yang terjadi malah sebuah melapetaka. Pasalnya, tidak setiap pasangan suami istri memiliki ketabahan yang sama untuk menerima sebuah kejujuran. Contohnya, apakah rahasia suami atau istri atau anggota keluarga lainnya harus disimpan sepanjang umur? Setiap orang pastinya punya rahasia, dan rahasia itu akan disimpannya dengan sangat baik. Tetapi justru inilah persoalannya, tak semua orang bisa menyimpan rahasia, terutama jika itu menyangkut rahasia seseorang. Memiliki rahasia itu sangat manusiawi. Dan ia adalah bagian dari hal penting yang terkadang tidak boleh diketahui orang lain karena menyangkut citra pribadi, atau sesuatu yang sangat vital, bisa juga dalam rangka keamanan orang banyak. Namun rahasia akan menjadi persoalan, ketika ia dihadapkan kepada nilai cinta atau kepercayaan dari pasangannya. Perlukah raha...