Postingan

Menampilkan postingan dari Januari 21, 2015

Bekerja di Atasnya

Jika ada masalah, bekerjalah di dalamnya. Alih-alih berharap tidak ada masalah, mengeluh, mengasihani diri sendiri, atau melarikan diri dari masalah, lebih baik bekerja di dalamnya. Cepat atau lambat kita harus bekerja di atasnya. Sehingga membuatnya lebih cepat, dan mendapatkan masalah di belakang kita. Jika ada sesuatu yang ingin kita buat dalam hidup kita, lebih baik bekerja di dalamnya. Bekerja di dalamnya, dan membawanya keluar dari dunia fantasi menjadi kenyataan hidup di dunia kita. Setiap situasi dapat ditingkatkan bila kita bekerja di atasnya. Meskipun memang tampak sederhana dan jelas, tetapi kita selalu mendapatkan keuntungan dengan mengingatkan diri kita untuk bekerja di dalamnya. Kita tidak harus tetap terjebak, frustrasi, putus asa atau tidak efektif. Tetapi bekerjalah di dalamnya, dan rasakan sukacita yang unik untuk membuat kemajuan yang nyata. Hidup adalah berkah, dan dalam berbagai cara kita dapat membuatnya lebih. Bekerja di dalamnya, temukan lagi dan lagi...

Sayap-Sayap Patah Aktivis Dakwah

Gambar
Sesaat, kadang dibuat mengelus dada sambil istighfar ketika berhadapan dengan sesama kader dakwah yang kurang kooperatif. Kadang apa yang tersaji pada laku dan ucapannya tak selayak penampilannya. Kerap pula bila diberi amanat, namun selalu bertendensi mengeluarkan berbagai alasan dan mencoba menghindar. Malah ada pula yang sulit diajak koordinasi. Jika diberi SMS enggan membalas, bila ditelepon malas menjawab. Alhasil, jangankan memberi kontribusi, datang bersilaturrahim pun tidak. Entah siapa yang salah jika sudah begini. Mulai dari ukhuwah yang telah terbelah, hingga kurangnya kemampuan mencerna tarbiyah, menjadi indikasi sekaligus dalih atas eksistensi kader dakwah yang ‘bandel’ seperti ini. Bagaimana ingin mengajak orang lain dalam kebaikan (baca: dakwah), apabila masih belum dapat mengkondisikan dirinya untuk menjadi baik? Lebih spesifik lagi adalah berusaha memposisikan dirinya sebagai qiyadah (pemimpin) atau jundiyah (bawahan atau yang dipimpin) yang baik, yang memili...

Menggabungkan Dua Iman

Gambar
Nabi Muhammad SAW bersabda: “Iman itu mempunyai lebih dari tujuh puluh bagian, yang paling tinggi adalah syahadat bahwa tiada Tuhan selain Allah, sedangkan yang paling rendah adalah membuang sesuatu yang membahayakan dari jalan”. Tangan yang tersentuh iman, tak akan sudi membuang sampah bukan pada tempatnya Tangan yang berbungkus iman, mudah memungut kotoran dan sesuatu yang ia lihat menggangu di tengah jalan Tidakkah engkau mendengar bahwa Nabi SAW melaknat mereka yang membuang kotoran, dibawah pohon yang berbuah, ditengah jalan dan di sumber air? Bagaimana bisa mereka yang baru saja shalat, membaca Al Qur’an, namun ringan tangannya untuk mencemari lingkungan, seakan akan ibadah tak memiliki atsar, impact atau pengaruh dalam keseharian. Lihatlah jika usai shalat Ied, yang katanya merayakan kemenangan, namun menyisakan sampah koran yang menggunung, balutlah tanganmu dengan iman, bungkus rapat-rapat dan bersiaplah menebar manfaat dengannya. Para ulama menyarankan mengucapka...