Postingan

Menampilkan postingan dengan label Artikel

Rumah Tangga Nabi SAW dan Khadijah Penuh Berkah

Gambar
Oleh: Cecep Asmadiredja Pernikahan antara Nabi Muhammad SAW dengan Khadijah binti Khuwailid di luar dugaan orang, terutama pihak keluarga Quraisy pada umumnya. Tidak seorang pun menyangka bahwa kedua orang itu akan bertemu dan menikah. Saat itu, Muhammad SAW muda adalah seorang pemuda miskin, yatim piatu dan menjadi buruh penggembala kambing, juga tidak pernah kenal mata uang. Sejak umur delapan sampai duapuluh lima tahun hanya sebagai seorang pemuda yang terkenal jujur dan berbudi luhur. Khadijah adalah seorang perempuan ternama dan kaya raya yang telah menjanda dua kali. Selama menjadi janda telah berulang kali dipinang oleh beberapa orang dari bangsawan Quraisy, tetapi selalu ditolaknya. Usia Khadijah lima belas tahun lebih tua dari Muhammad SAW. Tetapi Allah SWT telah menakdirkan bahwa kedua orang itu harus bertemu dan menikah. Setelah hari pernikahannya dengan Khadijah selesai, Muhammad SAW pindah dari pamannya, Abu Thalib, ke rumah istrinya, untuk memulai lembaran baru, hidup ber...

PP Muhammadiyah Tetapkan 1 Ramadhan Pada 13 April 2021

Gambar
Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah menetapkan awal Ramadhan 1442 Hijriah jatuh pada 13 April 2021 dan Hari Raya Lebaran Idulfitri 1442 Hijriah jatuh pada 13 Mei 2021. Keputusan itu berdasarkan hasil perhitungan hisab hakiki wujudul hilal yang dilakukan oleh Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Keputusan tersebut tertuang dalam Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 01/MLM/I.0/E/2021 yang ditanda tangani oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir. "1 Ramadhan 1442 H jatuh pada hari Selasa Wage, 13 April 2021 M. 1 Syawal 1442H jatuh pada hari Kamis Wage, 13 Mei 2021 M," bunyi salah satu poin Maklumat tersebut. Sehari sebelum 1 Ramadhan 1442 H atau pada 12 April 2021, tinggi bulan pada saat terbenam matahari berada di posisi 3 derajat 44' dan 38. Pada hari itu ditetapkan sebagai ijtimak atau saat bulan dan bumi berada di posisi bujur langit yang sama. Ijtimak sendiri merupakan istilah pedoman dalam penetapan awal bulan dalam kalender hijriah. "Tan...

Wahai Wanita, Sayangi Generasi Rabbani

Oleh: Olivia Zahra *) Siang hari, saat sedang menanti dimulainya latihan teater. Saya duduk berteduh di sebuah bangku, di bawah pohon rindang. Dalam hitungan puluhan hari, Ramadhan 1442 Hijriyah akan datang. Sembari termenung, saya mengamati pohon yang menaungi saya dari terik matahari ini. Hmmm..pohonnya rindang sekali. Daunnya hijau segar. Rasanya mata ini fresh memandangnya. Pertanyaan menggelitik mampir di benakku, mengapa daun berwarna hijau ya? Mengapa tidak hitam, orange, merah, kuning atau biru? Bahkan mungkin pink yang lebih imut? Kenapa hijau yang dipilih untuk warna daun? Mengapa?   Allah SWT memang Maha Adil. Warna hijau memiliki senyawa yang dapat menyerap dan memantulkan sinar matahari secara transparan. Sehingga sinar matahari dapat tembus ke bagian bawah. Hewan dan tumbuhan yang lebih kecil seperti semut dan lumut dapat merasakan hangatnya sinar matahari. Dan ternyata, warna hijau juga sangat baik untuk mata. Bayangkan, bagaimana jadinya jika seluruh dedaunan di mu...

Mengenal Kyai Haji Noer Ali, Singa Karawang-Bekasi

Gambar
Oleh: Hamzah Afifi Kyai Haji Noer Ali lahir pada tahun 1914 di Kampung Ujung Malang (sekarang menjadi Ujung Harapan), Kewedanaan Bekasi, Kabupaten Meester Cornelis, Keresidenan Batavia. Ayahnya bernama Haji Anwar bin Layu, seorang petani dan ibunya bernama Hajah Maimunah binti Tarbin. Kemauannya yang keras, Noer Ali pergi ke Mekah dengan meminjam uang dari majikan ayahnya yang harus dibayar mencicil. Ketika di Mekkah, ia dihina oleh pelajar asing yang mencibir: “Mengapa Belanda yang negaranya kecil bisa menjajah Indonesia. Harusnya Belanda bisa diusir dengan gampang kalau ada kemauan!” Noer Ali pun merasa “marah” dan kemudian menghimpun para pelajar dari Indonesia untuk memikirkan nasib bangsa. Noer Ali pun diangkat teman-temannya menjadi Ketua Perhimpunan Pelajar Betawi di Mekah (1937). Rapat-rapat yang diselenggarakan membuat Pemerintah Arab Saudi curiga sehingga Noer Ali dan kawan-kawan sempat ditahan. Tahun 1940 Noer Ali kembali ke Bekasi dan mendirikan pesantren di Ujungmalang. Ke...