Postingan

Menampilkan postingan dari Januari 9, 2013

Gaji Istri lebih besar, bagaimana sikap Suami

Gambar
Jika dilihat, sekarang ini sudah semakin banyak seorang istri yang menjadi pencari nafkah utama dalam keluarga. Walaupun mereka yang menikah dengan kondisi tersebut, pernikahannya tetap berjalan baik-baik saja dan tidak ada hambatan dalam rumah tangganya alias sukses merengkuh sakinah, mawaddah, dan warahmah (SAMARA). Namun, disatu sisi, tidak sedikit para suami yang merasa khawatir jika istrinya berpenghasilan melebihi dirinya atau lebih tinggi. Para suami takut kondisi itu membahayakan pernikahan yang mereka jalani. Apakah benar demikian? Sebagai contoh, Budi dan Ismi, bukan nama sebenarnya, tinggal di Bekasi. Mereka adalah salah satu pasangan yang menjalani pernikahan dengan beda penghasilan tersebut. Saat Budi, sang suami, terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) dari pekerjaannya dengan jabatan sebagai Manajer di sebuah perusahaan tekstil ternama, ia pun harus mencari pekerjaan lain. Beberapa bulan kemudian, Budi pun mendapatkan pekerjaan. Namun, pekerjaan barunya kini...

Tentang waktu dan syukur

Waktu terkadang begitu lambat Bagi mereka yang suka menunggu Tetapi terlalu cepat Bagi yang selalu terburu-buru Terlalu panjang bagi yang mulai gundah gulana Terlalu pendek bagi yang sedang berbahagia Tetapi bagi mereka yang selalu bersyukur Waktu senantiasa adalah kebahagiaan Bersyukur membuka kekayaan hidup Bersyukur mengubah apa yang kita miliki menjadi cukup

Biarkan masa lalu pergi

Tidak mengapa kita telah membuang-buang waktu. Tidak mengapa untuk terus melakukannya. Karena tidak ada yang salah dengan fakta, bahwa kita telah membuat beberapa kesalahan. Sekarang, ambilah apa yang telah kita pelajari dari kesalahan-kesalahan tersebut dan gunakan untuk membuat beberapa kemajuan.

Hidup dengan kejujuran

Seringkali, kejujuran itu tidak mudah. Namun pada akhirnya, kejujuran jauh lebih mudah daripada ketidakjujuran. Menjadi tidak jujur, tidak pernah layak harga yang harus kita bayar. Tidak mungkin untuk benar-benar damai ketika kita hidup dalam kebohongan. Dengan setiap ketidakjujuran, kita mempersempit dan mempersulit pilihan kita. Akhirnya, kita dapat menekan diri ke sudut, dimana tidak ada pelarian.

Pilihan untuk memimpin

Benar, pemimpin yang efektif, ia tidak menuntut, mewartakan atau mengintimidasi bawahan. Pemimpin efektif itu selalu mendorong, menginspirasi dan memimpin dengan contoh nyata. Pemimpin sejati menjadi pemimpin bukan karena gelar mereka, tetapi karena pekerjaan mereka. Pemimpin sejati tidak perlu membuat janji, karena sudah jelas bagi semua orang bahwa mereka mendapatkan hasil.

Pemilik keberuntungan

Jangan berharap ada solusi untuk masalah kita. Maka jadilah solusi, dengan cara kita hidup setiap saat. Jika kita bertahan, berharap sesuatu akan datang bersama untuk membuat semuanya lebih baik, pasti kita akan kecewa. Hidup akan lebih baik bila kita memilih untuk hidup dengan cara yang positif dan disengaja, bertanggung jawab serta memuaskan orang lain.

'Sihir' yang nyata

Setiap hari adalah kesempatan kita untuk melakukan ‘sihir’ dalam kehidupan dan dunia ini. Jika hari ini terlihat suram, maka kita dapat mencerahkan hal itu dengan kata-kata dan tindakan kita. Jika orang-orang di sekitar kita begitu cemas, maka kita dapat menawarkan mereka dorongan yang nyata dan penuh ketulusan. Kita dapat berpikir, menciptakan, belajar, dan kita dapat membangun dan berbagi dengan cinta. Apa yang mungkin bisa lebih dari keajaiban?