Postingan

Menampilkan postingan dari Maret 9, 2013

Hitung kemungkinan kita

Ketika energi kita menurun, kurang motivasi atau semangat, maka saatnya untuk berhubungan kembali dengan kemungkinan positif kita. Duduklah, lalu buat daftar tertulis, setidaknya sepuluh perbaikan yang dapat kita lakukan. Mereka dapat mencakup perbaikan yang mempengaruhi kesehatan, keluarga, kebugaran, sahabat, kawan, karir, rumah, bisnis, atau aspek lainnya dari kehidupan kita. Mereka tidak harus dapat menyelesaikannya sekarang. Mereka hanya harus benar-benar ingin lakukan sekarang. Hal-hal yang benar-benar akan meningkatkan kualitas hidup kita sendiri dan kehidupan orang-orang di sekitar kita. Tantang diri kita untuk datang, setidaknya sepuluh perbaikan. Jika kita dapat memikirkan lebih, atau bahkan lebih baik. Pastikan untuk menempatkan mereka secara tertulis. Hal itu akan membuat mereka jauh lebih nyata. Dengan daftar tertulis yang tertera di depan kita, maka kita dapat mempertimbangkannya. Kemungkinan positif kita benar ada di depan, sangat nyata dan sangat ampuh, menungg...

Menyikapi Uzur Orang Lain

Gambar
Kita harus memiliki akhlak Islam berkaitan dengan muamalah dengan orang lain. Diantara akhlak Islam yang harus dimiliki oleh diri kita adalah berlapang dada ( samahah ) dan selalu memberi maaf ( al afwu ) serta menahan amarah ( kazmul ghaiz ). Agar di dalam bermuamalah kita tidak terkejut atau kaget bila bertemu dengan karakter manusia yang berbeda-beda serta kurang pas karakternya dengan karakter kita. Kita selalu diingatkan untuk selalu mengambil pelajaran dari para pemimpin, khususnya Rasulullah SAW dan para khalifah pengganti beliau, dimana banyak sekali pelajaran yang dapat diambil dari kehidupan mereka dalam menghadapi karakter serta perilaku umat serta rakyatnya yang terkadang tidak terlihat sopan. Sebagai aktifis dakwah, ada baiknya pula kita membaca sejarah-sejarah para ulama dan pembaharu Islam kontemporer. Termasuk buku " mudzakkirat da’wah wad-da’iyah " (buku pegangan dakwah seorang daiyah) yang ditulis Imam Hasan Al Banna. Didalam buku tersebut, beliau...

Menikmati

Biarkan diri kita menikmati hari ini. Biarkan kemarahan, kecemasan, frustasi dan stres terjatuh. Hentikan, dengan asumsi bahwa kita harus menjadi negatif hanya karena keadaan kita. Dimanapun kita berada, apa yang kita lakukan, biarkan diri kita menikmati. Biarkan diri kita menikmati hidup dan terlibat dalam hari ini. Ada tantangan, keindahan, rasa sakit, dan sukacita. Benamkan diri kita dalam semua itu dan nikmati intensitas pengalaman hidup kita. Arahkan kata-kata kasar menjadi kebaikan dengan cara tetap fokus. Pastikan kebaikan akan membangun iman kita. Dan kekecewaan akan memberikan hikmat dan perspektif. Kemenangan membuat semuanya berharga. Dalam setiap saat, maka ada kemungkinan terbaik. Bisa sesuatu yang lebih luhur? Saat-saat hidup dengan rasa tak tergoyahkan kenikmatan. Mereka milik kita untuk hidup , mengalami, untuk membentuk dan meningkatkan. Jangan jatuh ke dalam dunia. Membawanya ke kita, dan menikmati.