Menanti datangnya sang pangeran dan bidadari
Gelisah, duka dan air mata adalah bagian dari sketsa hidup kita di dunia. Tetesan air mata yang bermuara dari hati dan berselaputkan kegelisahan jiwa terkadang memilukan, hingga membuat keresahan dan kebimbangan hadir memenuhi rongga kehidupan. Disaat hatinya ‘galau’ menanti pangeran ataupun bidadari yang tidak kian datang, tanganpun membentangkan sajadah setiap malam. Duka yang datang karena kerinduan yang sangat mendalam menyebabkan kepedihan yang menyesakkan rongga dada. Jiwa yang rapuh bisa berkisah pada alam serta isinya. Lalu ia bertanya, dimanakah pasangan jiwanya berada, apakah akan datang hari ini, esok, lusa atau kapan?. Lalu, hati pun menciptakan serpihan kegelisahan, bagaikan anak kecil yang hilang dari ibunya di tengah keramaian. Keinginan yang kuat untuk bertemu pangeran dan bidadari serta belahan jiwa, bukankah itu sebuah fitrah dari manusia? Allah SWT berikan itu semuanya. Semua itu hadir tanpa disadari sebelumnya, hingga tanpa sadar telah menjadi bagian hidup yan...