Postingan

Menampilkan postingan dari Desember 26, 2012

Menanti datangnya sang pangeran dan bidadari

Gelisah, duka dan air mata adalah bagian dari sketsa hidup kita di dunia. Tetesan air mata yang bermuara dari hati dan berselaputkan kegelisahan jiwa terkadang memilukan, hingga membuat keresahan dan kebimbangan hadir memenuhi rongga kehidupan. Disaat hatinya ‘galau’ menanti pangeran ataupun bidadari yang tidak kian datang, tanganpun membentangkan sajadah setiap malam. Duka yang datang karena kerinduan yang sangat mendalam menyebabkan kepedihan yang menyesakkan rongga dada. Jiwa yang rapuh bisa berkisah pada alam serta isinya. Lalu ia bertanya, dimanakah pasangan jiwanya berada, apakah akan datang hari ini, esok, lusa atau kapan?. Lalu, hati pun menciptakan serpihan kegelisahan, bagaikan anak kecil yang hilang dari ibunya di tengah keramaian. Keinginan yang kuat untuk bertemu pangeran dan bidadari serta belahan jiwa, bukankah itu sebuah fitrah dari manusia? Allah SWT berikan itu semuanya. Semua itu hadir tanpa disadari sebelumnya, hingga tanpa sadar telah menjadi bagian hidup yan...

Kekuatan Sang Murabbi

Gambar
“ Hai Ahli Kitab, sesungguhnya telah datang kepadamu Rasul Kami, menjelaskan kepadamu banyak dari isi Al Kitab yang kamu sembunyikan, dan banyak (pula yang) dibiarkannya. Sesungguhnya telah datang kepadamu cahaya dari Allah, dan kitab yang menerangkan. Dengan kitab itulah Allah menunjuki orang-orang yang mengikuti keridhaanNya ke jalan keselamatan, dan (dengan kitab itu pula) Allah mengeluarkan orang-orang itu dari gelap gulita kepada cahaya yang terang benderang dengan seizingNya, dan menunjuki mereka ke jalan yang lurus .” QS Al-Maidah: 16) Saat ini, kaum muslimin mulai bangkit dari tidur panjang yang membuat mereka lupa pada agamanya. Mereka memiliki keinginan untuk kembali bersandar pada agama ini.

Di balik indahnya pernikahan

Pagi itu, Ani (nama samaran) menitikkan air mata saat menyimak petuah-petuah Ilahi dalam khutbah nikah oleh seorang Kyai. Hari itu dia tengah menghadapi detik-detik bersejarah karena dirinya akan segera disunting seorang pria pilihan hidupnya. Sang Kyai memberikan tausiyahnya tentang misi besar pernikahan. Katanya, misi besar sebuah pernikahan itu hakikatnya secara garis besar ada dua. Pertama , memperbanyak keturunan atau regenerasi agar manusia secara besama-sama mampu mengelola bumi sebagai nikmat besar yang diwariskan Allah SWT kepada manusia. Kedua , misi pemeliharaan bumi dari tangan-tangan kotor para kaum pendosa yang akan merusak warisan-Nya tersebut. Itulah salah satu petuah Kyai sembari ia mengutip surat Annisa ayat satu. Karena itu, lanjutnya, regenerasi yang diinginkan Al Quran, bukanlah sekadar berorientasi pada kuantitas. Tapi juga kualitas, yakni lahirnya generasi-generasi taqwa. “ Sebab, upaya-upaya manusia mengeksploitasi bumi tidaklah akan memberikan kemanfaatan...

Perkokoh terus bahtera keluarga

Rasulullah SAW pernah bersabda: “ Perkokohlah bahteramu karena samudera ini amat dalam. Perbanyaklah bekalmu karena perjalanan ini amat panjang. Ikhlaskanlah amalmu karena pencatatmu sungguh amat jeli .” Dasar membangun rumah tangga adalah keikhlasan karena perintah Allah SWT dan mengikuti sunah Rasulullah SAW, bukan hanya ingin mendapatkan pasangan hidup. Maka, dalam pelaksanaannya pun harus seperti apa yang dicontohkan Rasulullah SAW, bukan dengan cara-cara lain yang dilarang. Sedangkan tujuan akhir dari pembentukannya adalah hanya untuk mencari keridhaan Allah SWT, bukan kedudukan, harta atau keridhaan disisi manusia. Hadits Rasulullah SAW diatas telah mensinyalir, bahwa samudera yang akan diarungi oleh bahtera rumah tangga amatlah dalam dan perjalanannya pun amat panjang, penuh liku-liku, onak dan duri. Jika tidak hati-hati dalam melangkah, maka kita akan terperosok ke lubang yang dalam. Karenanya, perlu ada usaha ekstra dan lebih, baik dalam mempersiapkan, memasuki gerbangny...

Anak dalam pernikahan

Tak sedikit mitos mengenai pernikahan beredar di tengah-tengah masyarakat kita. Salah satu yang sering didengar adalah kehadiran anak dapat menyelamatkan pernikahan. Sayangnya hal itu belum tentu benar. Namun, bagaimana jika di dalam kehidupan berumah tangga, tidak mempunyai anak? Hal ini tentu saja akan menimbulkan keresahan yang sangat beralasan, karena kehadiran anak seperti merupakan suatu keharusan dan kebanggaan dalam keluarga.

Jodohku Siapa...?

Untuk persoalan jodoh, setiap orang hendaknya bersungguh-sungguh, baik laki-laki maupun perempuan harus proaktif dan selektif. Tidak ada dikotomi bahwa laki-laki harus mencari dan perempuan harus menunggu (ikhtiar), namun tidak keluar dari norma dan syariat. Di zaman Rasulullah SAW, ada seorang perempuan yang ‘menawarkan’ dirinya pada Rasulullah, dan Rasul-pun tidak memandang hal itu sebagai sesuatu yang hina atau tabu. Hanya saja, kini kita berada pada budaya yang masyarakatnya masih memandang hal itu sebagai sesuatu yang tidak etis, sehingga perempuan-perempuan Indonesia untuk persoalan jodoh lebih banyak berperan menunggu dibandingkan ‘mencari’. Agar pernikahan bersemi dengan indah, maka dalam memilih jodoh hendaknya kita sangat mengutamakan ajaran Islam, seperti yang dipesankan Rasulullah SAW. " ...lihatlah agamanya maka kalian akan mendapatkan semuanya… ". Dengan memiliki pasangan yang agamanya baik dan benar, maka rumah tangga kita akan menjadi sakinah, mawaddah dan...

Menikah, Keputusan Seumur Hidup

Suatu saat saya pernah ditanya oleh seorang kawan. “Ustadz, saya ingin menikah tapi tabungan saya belum cukup dan banyak untuk melangsungkan pernikahan”. Dan jawaban saya waktu itu adalah menyuruh kawan saya ini untuk menabung hingga 3-5 tahun mendatang. Tahun terus berjalan, dan waktu itupun tiba. Maka kawan saya ini kembali bertemu, lalu saya tanya, “Apakah antum sudah siap melamarnya?” Kawan saya ini menjawab, “Afwan ustadz, ternyata tabungan saya belum cukup”. Lalu sambil guyon, saya tanya kawan saya ini. “Antum ini, mau nabung atau mau nikah?” tanya saya. Ditanya seperti itu, kawan saya ini pun tersipu malu dengan rona wajah yang merah menahan malu? “Yah, maunya sih nikah donk ustadz. Masa nabung terus, nanti gak nikah-nikah,” jawabnya tersipu malu. Menikah bukan hanya dibayangkan saja, tetapi pastinya akan terlintas dalam benak kita. Boleh saja kita merencanakan hidup ini, memikirkan mimpi-mimpi indah. Nah, persiapan menikah atau berkeluarga tidak hanya dimulai dari satu at...