Postingan

Menampilkan postingan dari Januari 6, 2013

Mencari Mutiara di Dasar Hati

Gambar
Buku ‘ Mencari Mutiara di Dasar Hati ’ merupakan kumpulan artikel dari rubrik 'Ruhaniyat' majalah Tarbawi yang sangat istimewa. Ketika artikel dari rubrik tersebut dihimpun menjadi 'sebuah buku' hasilnya, sungguh luar biasa! Betapa kita dapat berkaca dengan isi demi isi dari buku ini. Sungguh menyentuh bagi kita yang memang benar-benar masih peduli dengan kemurnian hati. Dipadu dengan sumber dari Alquran serta hadits dari Rasulullah SAW, sirah Nabi-Nabi ataupun para sahabat Radiyallahu Anhu. Selamat Membaca.

Sedikit keberhasilan

Jika kita tidak bisa membawa diri untuk jadi positif tentang hal-hal besar, maka jadilah positif tentang hal-hal kecil. Itu cukup mudah untuk dilakukan, dan dapat membuat perbedaan yang signifikan. Kita tidak akan dapat memecahkan masalah utama dunia sebelum tidur. Namun, kita juga pasti bisa membuat sedikit kemajuan yang positif dengan cara kita sendiri, dan itu bisa menjadi bantuan besar.

Berjalan baik

Kita telah melakukan hal yang besar sejauh ini, dan juga selamat dalam setiap tantangannya. Jaga terus, dan membuatnya lebih baik. Hal ini tidaklah mudah, namun pasti kita dapat melakukannya. Sekarang kita dapat terus menempatkan pengalaman kita dapat tumbuh dengan penggunaan yang lebih terarah dan positif. Beberapa hal ternyata telah menjadi besar, sementara hal-hal lainnya belum bekerja dengan baik. Dan melalui semua itu, kita telah belajar beberapa pelajaran yang sangat berharga.

Berambisi menjadi pemimpin

Ambisi menjadi pemimpin dapat diartikan sebagai cinta atau suka menjadi yang terdepan di antara orang lain. Bahkan kalau perlu, meminta dengan terus terang untuk diangkat menjadi seorang pemimpin. Faktor-faktor yang mendorong seseorang berambisi menjadi pemimpin diantaranya yaitu karena menginginkan materi duniawi. Orang yang berambisi menjadi pemimpin beranggapan bahwa jika ia menjadi pemimpin, maka ia akan mendapatkan kekayaan materi dengan jalan menyalahgunakan jabatan yang dimilikinya (baca; korupsi ).

Komunikasi buruk dalam rumah tangga

Seorang ibu yang bekerja di sebuah perusahaan di kawasan segitiga emas, mengeluhkan ketidaknyamanan hubungan rumah tangganya. Sang ibu lalu menceritakan panjang lebar tentang kondisi rumah tangganya. Ia menceritakan bahwa dirinya dan suami sedang punya komunikasi yang jelek alias buruk. Semoga ini jadi pembelajaran buat kita yang sudah berumah tangga, untuk diambil menjadi hikmah. "Saya dan suami hanya sibuk dengan urusan kantor, walaupun dirinya juga sibuk di kantor," ceritanya kepada saya via surat elektronik. Bila keduanya pulang ke rumah, pastinya sudah sama-sama lelah. Sang suami bisa menghabiskan waktunya berjam-jam di depan laptop, blackberry, iPhone, televisi, dan lainnya. Setelah mengantuk, lalu masuk kamar tidur dan tertidur pulas hingga pagi. Walaupun masih ada sedikit “basa-basi”, namun kemesraan yang dulu semerbak bunga yang indah, harum mewangi, kini terasa hilang tanpa bekas. Ekspresi cinta yang sering diberikan suaminya serta komunikasi yang sering ia lo...