Postingan

Perubahan Besar Bernama Ijab Kabul

 @ Cecep Asmadiredja   “ Dan di antara tanda-tanda (Kebesaran)-Nya ialah Dia menciptakan pasang-pasangan untukmu dari jenismu sendiri, agar kamu cenferung dan merasa tenteram kepadanya; dan Dia menjadikan di antaramu rasa kasih dan sayang. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir ”. (QS Ar Ruum: 21) Ayat diatas, Allah Subhanahu wata'ala gambarkan dengan rangkaian ayat tentang tanda-tanda kebesaran-Nya di alam semesta ini, seperti keajaiban penciptaan manusia, tegaknya langit tanpa tiang penyangga, terhamparnya bumi yang sangat luas, gemuruh halilintar yang menggelegar, dan jatuhnya air hujan. Penciptaan alam semesta beserta isinya, bumi dengan segala yang ada di atasnya, samudera yang luas, gunung yang menjulang tinggi, hutan rimba belantara. Diedarkannya matahari, bulan dan bintang serta turunnya hujan, tumbuhnya pepohonan, dan lainnya, itu semua Allah  Subhanahu wata'ala  ciptakan untuk kebahagia...

Rumah Tangga Nabi SAW dan Khadijah Penuh Berkah

Gambar
Oleh: Cecep Asmadiredja Pernikahan antara Nabi Muhammad SAW dengan Khadijah binti Khuwailid di luar dugaan orang, terutama pihak keluarga Quraisy pada umumnya. Tidak seorang pun menyangka bahwa kedua orang itu akan bertemu dan menikah. Saat itu, Muhammad SAW muda adalah seorang pemuda miskin, yatim piatu dan menjadi buruh penggembala kambing, juga tidak pernah kenal mata uang. Sejak umur delapan sampai duapuluh lima tahun hanya sebagai seorang pemuda yang terkenal jujur dan berbudi luhur. Khadijah adalah seorang perempuan ternama dan kaya raya yang telah menjanda dua kali. Selama menjadi janda telah berulang kali dipinang oleh beberapa orang dari bangsawan Quraisy, tetapi selalu ditolaknya. Usia Khadijah lima belas tahun lebih tua dari Muhammad SAW. Tetapi Allah SWT telah menakdirkan bahwa kedua orang itu harus bertemu dan menikah. Setelah hari pernikahannya dengan Khadijah selesai, Muhammad SAW pindah dari pamannya, Abu Thalib, ke rumah istrinya, untuk memulai lembaran baru, hidup ber...

Sebuah sudut yang berbeda

@ Cecep Asmadiredja Kita dapat belajar banyak hal dari orang-orang yang setuju dengan kita. Kita juga sering dapat belajar lebih banyak dari orang-orang yang tidak setuju dengan kita. Perspektif kita sendiri adalah penting, untuk itu memungkinkan kita untuk memahami dunia. Selalu diingat, meskipun kita bukan satu-satunya perspektif. Kita dapat mendengarkan orang lain, belajar dari mereka, dan berhasil bekerja dengan mereka meskipun kita mungkin tidak setuju dengan mereka tentang semua masalah. Jika setiap orang memegang pendapat yang sama sebenarnya di setiap subjek, maka pengetahuan dan kebijaksanaan akan menjadi stagnan dan ketinggalan zaman. Perspektif kita sendiri akan tumbuh lebih kuat dan lebih berguna ketika kita secara teratur memungkinkan untuk ditantang. Ketika orang-orang hormat untuk tidak setuju, maka semua orang dapat manfaat dari keragaman pendapat. Menjalani kehidupan yang sukses dan kepuasan tidak tergantung pada selalu membuktikan bahwa kita benar dan yang ...

Cinta Diri Berdekat Ilahi

@  Cecep Asmadiredja   Jika semua bahtera dunia menjadi nyata Betapa indah tepa selira Saling dukung tuk menumbuhkan Cinta Menggapai ridha dari Sang pemilik Cinta   Jika saja cinta tak pernah ada dalam kamus hati Niscaya tak kan berarti diri berdekat Ilahi Semua manusia bersatu janji Sujud padamu wahai sang Rabbi   Jika saja berandai-andai bukan barang haram Tak kan kulepas semua khayalan Namun semua bukanlah kenyataan Karena hanya anya amal yang membuktikan   Wahai Rabb Dzat pemilik Iqab RahmatMu terbentang tak berbataskan Bagi setiap hamba yang mengharapkan CintaMu luas meliputi langit dan Bumi   KaryaMu nyata bagai surya di jagad raya Ampuni hamba yang terlelap dosa Berderap langkah dengan banyak manusia Diatas keterbatasan segala daya   Wahai Al-Jaliil pemilik ghafur Izinkan hamba sujur tersungkur Tanda rasa cinta beriring syukur dihadapanMu memuji syukur Atas rahmat yang Engkau tabur   Semoga Cinta menjadi bunga Sahabat menjadi pemicu Asa Sem...

Cinta Bersenandung

@  Cecep Asmadiredja   Saat matahari bersenandung syair alam, aku jatuh cinta Saat manusia berlari dikejar waktu, aku jatuh cinta Saat bulan merindu bintang-bintang, aku jatuh cinta Seperti daun yang jatuh dari tangkai, aku merindukannya Seperti riak ombak di tepi pantai, aku menginginkannya Seperti langit dengan kemegahannya, aku mencintainya Saat pagi datang, aku bersenandung Cinta, embun, burung, bunga, kerumunan Apa kabar semua? Saat siang menjelang, terucap di bibir Hai terik, peluh, resah, bising, asap Apakah engkau datang untuk menjumpaiku Saat sore tiba, aku berteriak Hai lelah, senja kemuning, sisa semangat, bulan, bintang Teruslah tersenyum dan berdoa Kepada pemilik Alam Semesta ini   Dan saat malam menghampiri, lirihku terucap Hai malam, angin, pohon, langit, tempat peraduan kekasih Aku mencintaimu dengan syukur semesta Mentari terpasung dalam dekapan zaman Hingga usang terlupakan

Membuat Perubahan Bekerja

@ Cecep Asmadiredja Agar menjadi hal yang lebih baik lagi, mereka harus berbeda. Jika kita ingin melakukan perbaikan dan perubahan, maka kita harus membuat perbaikan dan perubahan itu. Kita tidak bisa mendapatkan hasil yang lebih baik dengan terus melakukan apa yang telah kita lakukan. Untuk meng-upgrade hidup, sikap, harapan dan tindakan kita, maka kita harus meng-upgrade persepsi kita Bergerak positif ke depan berarti pindah ke wilayah asing. Ingatkan diri kita bahwa meskipun bisa tidak nyaman, tapi manfaat potensialnya benar-benar hebat. Sangat mudah untuk terjebak di mana kita berada, karena semua yang harus kita lakukan adalah dengan melakukan apapun hal positif. Jangan buang hari kita dengan bersembunyi dari atau melawan perlunya perubahan. Tempatkan energi positif kita dalam menemukan dan mewujudkan peluang berharga dalam dunia yang terus berubah. Dengan definisi yang sangat mendasar, hidup selalu berubah. Buatlah perubahan bekerja untuk kita, dan ubah dunia kita menja...

Jenderal Soedirman, Seorang Dai dan Mubaligh

Gambar
Oleh: Hamzah Afifi Kehidupan Jenderal Soedirman di masa kecil sudah nampak terlihat sebagai seorang anak yang rajin belajar agama. Hal ini tidak heran karena ia hidup di lingkungan masyarakat yang agamis, karena di lingkungan tempat tinggalnya dekat dengan Masjid. Ia juga banyak belajar agama dengan para tokoh agama di Cilacap, diantaranya kepada R. Moh Kholil seorang tokoh Muhammadiyah di Cilacap. Walau secara formal Jenderal Soedirman tidak pernah mengenyam pendidikan di pesantren, tetapi bakat dan pengalamannya sering tampil di depan umum, berpidato maka ia terdorong untuk menjadi seorang da’i yang cukup terkenal di Cilacap dan Banyumas sekitarnya. Sebelum menjadi pegiat dakwah Soedirman muda sudah banyak berpengalaman sebagai aktifis masyarakat yaitu pemimpin Hizbul Wathan, Pemuda Muhammadiyah dan Guru Hollandsch-Inlandsche School (HIS). Berkat kedekatannya dengan R. Moh Kholil, Jenderal Soedirman sering bertukar pikiran tentang masalah dakwah Islamiyah. Selain itu ia juga banyak b...