Postingan

Menampilkan postingan dari Januari 27, 2013

Ya kita bisa

Dapatkah kita mencapai tujuan yang telah ditetapkan untuk diri sendiri meskipun banyak hambatan? Ya kita bisa. Bisakah kita bangkit kembali dan melakukan upaya lainnya, sebanyak yang diperlukan, sampai kita berhasil mencapai tempat kita berniat untuk pergi? Ya, kita pasti bisa. Ya, kita bisa tetap tenang dan fokus saat dunia di sekitar kita berputar-putar kebingungan karena berisik. Ya, kita dapat bergerak maju secara positif setiap hari meskipun kejadian dan keadaan tampaknya terus bertindak melawan kita. Ya, kitaa dapat melakukan semua hal itu dan masih banyak lagi. Jika satu jalur yang diblokir, maka ada banyak orang lain. Bila kita bersedia, pasti akan ada jalan. Ketika kita berkomitmen untuk mencapai hasil yang diinginkan, ya kita dapat menemukan jalan itu dan mengikutinya. Apapun kehidupan yang dijalani mungkin meminta kita untuk masuk di dalamnya. Dan jawabannya selalu ya, ketika kita memutuskan untuk membuatnya begitu.

Kita dapat membuat perbedaan

Apa yang kita lakukan untuk membuat perbedaan. Hal ini mungkin tidak tampak seperti kebanyakan. Apa yang kita lakukan akan memiliki pengaruh yang jauh melampaui kita. Apa yang kita lakukan adalah bagian penting dari struktur kehidupan. Dunia di sekitar kita tidak hanya rumah kita sendiri. Dan ini adalah tanggung jawab kita. Cara kita dalam melihat dunia, dapat memainkan peranan yang sangat penting. Visi kita untuk masa depan dapat membantu untuk menciptakan masa depan. Hidup dengan harapan, sukacita, cinta, dan kita dapat menambahkan harapan, sukacita, dan cinta kepada dunia. Hidup dengan kejujuran dan integritas, maka kita akan dapat memberikan kekuatan kebenaran untuk semua kehidupan. Apa yang dapat kita lakukan untuk hal yang benar-benar penting, lebih dari apa yang bisa kita ketahui. Hidup setiap saat seolah-olah apa yang kita lakukan untuk perubahan dunia, karena hal itu tidak pasti.

Jadikan Zakat Sebagai Budaya Hidup

Zakat, infak dan sedekah (ZIS) merupakan satu ajaran luar biasa dalam Islam yang tidak akan membuat pelakunya akan jatuh miskin. Manfaatnya tak sekadar dinikmati penerimanya ( dhuafa ) tetapi juga akan diterima oleh pemberinya ( aghniya ) dengan manfaat berlipat-lipat. Seharusnya zakat, infak, dan sedekah juga dijadikan prioritas pertama dalam pemenuhan kebutuhan keluarga berupa manajemen keuangan, lalu disusul dengan tabungan dan pemenuhan kebutuhan sehari-hari.